Posted by : Unknown
Kamis, 26 Februari 2015
Sepp Blatter, FIFA president,
memberikan Real Madrid penghargaaan untuk kategori tim sepak bola terbaik di
dunia pada abad ke 21. Inilah cerita nyata apa yang membuat Real Madrid begitu
“sukses” di abad ke 21 ini.
Ironiknya, Tim Sepak Bola
Madrid F.C didirikan oleh dua orang yang berasal dari catalonia yang telah lama
tinggal di ibukota Spanyol. Di tahun tahun pertamanya, Madrid F.C adalah salah
satu tim di spanyol yang sangat penting bersama tim Catalan F.C. , sekarang
bernama F.C Barcelona dan Tim Basque Athelic Club. Ketiga tim ini mendominasi
tahun tahun pertama sepak bola spanyol.
Salah satu Ciri Khas dari sepak
bola Spanyol adalah koneksi timnya dengan politik. Ketika Tim Barcelona dan Tim
Athletic sukses mewakili nasionalitasnya terhadap daerah Catalonia sedangkan,
Tim Madrid F.C menjadi symbol pemerintahan sentral. Sebagai
konsekwensinya. Raja Spanyol, Alfonso XIII, memberikan Tim Madrid C.F.
gelar “the Real” (Royal) di tahun 1920
Dekade 20 an adalah tahun-tahun
yang menegangkan bagi Spanyol. Di tahun 1921, Raja Alfonso XIII mendukung
Coup d’etat , pemberontakan, yang berakhir dengan melemahnya system demokrasi
di Spanyol terhadap diktaktor militer yang menjadi ciri khas dari system
sentralism dan penekanan terhadap kebudayaan lainnya, dalam hal ini kebudayaan
Catolonia dan Basque ditandai sebagai musuh Pemerintah spanyol saat itu.
Sepak Bola adalah olahraga yang
besar di spanyol dan kebesarannya inilah membuat sepak bola menjadi sarana
politik di beberapa daerah penting di spanyol.
Ketika Tim Real Madrid
menikmati dukungan Raja Diktaktor Spanyol, F.C. Barcelona ditekan oleh kekuatan
militer karena mereka menegakan Simbol Negara Catalonia di stadium tuanya,
Stadium of Les Corts. Akar akar inilah awal dari permusuhan terbesar di dunia
sepakbola spanyol dekade ini.
Fascist Itali dan Nazi Jerman,
didukung oleh Jendral Franco yang saat itu memegang peranan penting bagi
pemerintahan spanyol.penyebaran ideology fascism ke negara Eropa lainnya
merupakan sekutu penting dan berguna dimasa perang Eropa saat itu.
Setelah perang selama 3 tahun,Kelompok Fascism menguasai Spanyol. Perang
ini juga mempunyai dampak bagi sepak bola. Presiden Republik Barcelona, Josep
Sunyo, telah di bunuh oleh tentara Fascist karena ide politiknya.
Negara Fascist yang baru
memaksa Tim Catalonia mengganti nama tim mereka menjadi Barcelona F.C. Negara
memaksa Barcelona F.c. memakai identitas spanyol di tim mereka. Negara
menganggap Barcelona mengancam dan membayahakan institusi mereka dan negarapun
ikut mengatur pencalonan presiden di tim sepak bola Barcelona yang biasanya
dipilih secara demokrasi. Di waktu yang sama bendera tim Catalan harus
dihilangkan dari lambang tim sepak bola Barcelona.
Banyak perubahan yang terjadi
di Madrid saat itu. Seperti pada umumnya yang terjadi dalam pemerintahan
diktaktor, olah raga adalah sarana propaganda yang baik untuk mempromosikan
kekuasaan.
Tim Real Madrid menjadi lambang
inti dari kekuasaan negara bagian Fascist, negara bagian yang paling berkuasa
atas Catalonia dan Basque Country, dengan system pemerintahan sentralism.
40 Tahun pertama Sepak Bola di Spanyol di kuasai oleh Tim Barcelona dan
Athelic, tetapi sekarang keadaannya berubah.
Di tahun 1943 ada berita yang
menghebohkan sepakbola spanyol.Tim Barcelona yang terbukti kuat di era itu dan
telah memenangkan pertandingan leg pertama Copa Spanyol di Les Cord dengan skor
3-0,mereka diharuskan mengalah dipertandingan Leg kedua.Para pemain Barcelona
dan keluarga diancam akan dicelakai oleh polisi militer bila mereka tidak
mengalah. Pertandingan kedua berakhir dengan hasil yang aneh 11-1 untuk
kemenangan Real madrid. Negara Bagian Fascist tidak mentoleransikan
pertandingan yang di dominasi oleh Tim Barcelona,Tim yang tidak pernah
menyembunyikan identitas negara Cataloniannya.
Ketika Kedua tim, Barcelona dan
Real Madrid, tumbuh dan memerlukan stadium besar, Tim real Madrid diberikan
lahan di Santiago Bernabeu dan dapat membangun stadiumnya dalam waktu 3 tahun
sedangkan Tim Barcelona harus menderita dibawah aturan negara dan project Camp
Nou-nya di tunda selama 10 tahun. Hal yang sangat lah penting bagi Tim sepak
bola karena pendapatan utama mereka dalam setiap dekade berasal dari penjualan
tiket pertandingan sepak bola. Ketika Real Madrid bisa menikmati stadium
yang besar, Tim Barcelona harus bermain di stadium tuanya, studum Les Cort.
Tim Barcelona mendominasi liga
spanyol selama 10 tahun terakhir berkat usaha Ladislao Kubala dan juga Alfredo
Di Stefano pemain yang mereka dapat dari Argentina. Di saat yang bersamaan, Tim
Real Madrid mengklaim bahwa mereka telah menandatangi kontrak dengan Di
Stefano. Isi surat perjanjian ini ditentang oleh FIFA yang tidak mempunyai
kekuasaan waktu itu.
merasa respon mereka tidak
didengar oleh Fifa,Pemerintah Spanyol ikut campur tangan dan mereka membuat
keputusan yang aneh untuk memaksa Di Stefano bermain di Tim Madrid. Tim
Barcelona melihat ini sebagai suatu ancaman dan perusakan harga diri, tetapi
mereka harus melepaskan Di Stefano untuk bergabung ke Tim Real Madrid setelah
lagi-lagi mendapatkan tekanan dari negara.
Di Stefano menjadi pemain
sepakbola paling bersinar saat itu. itulah sebab akibat mengapa Real Madrid
Berjaya di tahun 50-an.
Tim Real Madrid adalah Tim
sepakbola yang masih menganut ideology Fascist. Tim Barcelona, tanpa
stadium besarnya selama bertahun tahun, telah di tekan oleh masalah ekonomi dan
harus menjual pemain bintang mereka seperti Luis Suarez untuk menyelamatkan
klub dari kehancuran.
Di Tahun 70-an, Tim Barcelona
yang tidak pernah lagi memenangkan title Liga selama 14 tahun mengontrak pemain
asal belanda Johan Cruyff, bintang besar saat itu. Tim Real Madrid mencoba
ingin mengontrak pemain asal Belanda ini, tetapi Johan Cruyff menolak untuk
bergabung dan sebagai gerakan pemberontakan dia menerima kontrak dari Tim
Barcelona. Keputusan dari pemain ini sangat menantang Tim Real Madrid yang
memiliki dukungan besar dari pemerintah. Tetapi sekali lagi pemerintah Spanyol
turut campur dengan menolak ijin tinggal bagi pemain Belanda ini sehingga dia
gagal bertanding di tahun 1973 sampai November 1974. Hal ini bukan
masalah bagi Cruyff karena Tim Barcelonannya bermain fantastik pada tahun itu
dan hasil yang sangat bersejarah 5-0 di Santiago Bernabeu merupakan pukulan
terakhir sang diktaktor tua yang meninggal 1 tahun kemudian.
Di Tahun 1977, Konstitusi
Spanyol mendukung kembalinya demokrasi. dan ideology fascist harus dihancurkan!
Spanish FA adalah salah satunya.hebatnya, Pada saat itu Tim Real Madrid masih
bisa menikmati “bantuan” dari berbagai Pihak untuk beberapa tahun berikutnya.
Di masa pemerintahan Ramón Mendoza
dan Lorenzo Sanz membawa dampak ekonomi yang jelek untuk Tim Real Madrid yang
hampir bangkrut. Ketika Florentino Pérez memenangkan kursi kepresidenan tim
Real madrid, dia setuju untuk bekerja sama dengan pemerintah konservative untuk
menyelamatkan Real Madrid dari kehancuran.
Rencana ini dibagi dua cara:
Pertama: mereka akan mengubah
tanah untuk bermain untuk didirikan bangunan skyscraper untuk perkantoran,ini
berguna untuk meningkatkan harga tanah ini. Sekali lagi negara bagian
menyelamatkan tim sepak bola. Syaratnya tanah ini akan dibangun bertahap dan
harus dihindari fakta kalau tanah ini diberikan secara Cuma Cuma kepada tim
sepakbola Real Madrid. Pendapatan yang besar ini akan digunakan untuk projek
“galactico”.
Kedua: Bila tidak cukup
dana,pemerintah akan menyiapkan pertolongan kedua untuk tim sepakbola
kebanggaan ibukota spanyol. Gaji untuk Tim “Galactico” sangatlah besar dan
pemerintah konservative akan membuat kebijaksanaan pajak baru untuk menarik
pajak rendah kepada warga asing. Tim yang paling diuntungkan dengan kebijakan
pajak baru ini adalah Tim Real Madrid.
Fakta yang benar-benar terjadi
di tim sebesar Real Madrid adalah sebuah kriminal ideology yang sampai saat ini
tidak bisa hilang dari Negara spanyol.Apa yang mereka tidak bisa bangun dapat
mereka lakukan melalui “kantor-kantor gelap” militer pemeritahan.



